Soal Anggaran Bengkak, DPRD DKI: Yang Salah SDM, Kok Sistemnya?

Medsosnews.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan adanya anggaran-anggaran yang dianggap aneh di rancangan KUAPPAS lantaran sistem yang ada saat ini, yakni sistem digital mamun tidak pintar.

Saat ini, kata Anies, pihaknya tengah menyiapkan sistem baru untuk mengupgrade sistem e-budgeting menjadi lebih smart.

BACA JUGA

  • Wakil Ketua DPRD DKI Sebut Anggaran Tak Wajar di RAPBD Tak Hanya Ada di Tahun Ini

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edy Marsudi menyebut kesalahan bukan pada sistem melainkan PNS yang menginput data.

“Yang harus diperbaiki itu SDMnya, bukan sistemnya. Kok malah sistemnya yang salah?,” kata Pras di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, apabila ada kekurangan dalam sistem seharusnya Bappeda bisa memperbaiki. Ia mengingatkan, kesalahan input data anggaran seperti Aibon itu mutlak karena kesalahan SDM bukan sistem. “Bappedanya benerin, sisir tugasnya,” ucapnya.

Sementara anggota DPRD DKI dari PSI William Aditya Sarana menyatakan sistem e-budgeting DKI saat ini justru sudah paling mutahir dan smart. “Menurut saya sistem e-budgeting di DKI salah satu yang paling mutakhir. Kalah memang ada kecacatan dalam sistem dan Gubernur menyadari itu, segeralah perbaiki karena beliau sudah dua tahun menjabat,” tegasnya.

Sebelumnya, Anies mengakui selain sistem yang kurang maksimal, ada juga beberapa dinas yang teledor asal memasukan komponen anggaran dengan dalih hal tersebut akan dibahas bersama dewan dalam rapat KUA-PPAS.

Namun Anies menampik keteledoran seperti itu berpotensi adanya permainan anggaran jika tidak diteliti.

“Tidak. Karena dokumen itu dikeluarkan maka jadi kelihatan semua kan, itu biasanya dibahas di dewan nanti, kalau sudah pembahasan di dewan itu sudah dikeluarkan semua,” tandasnya.


Smart System

Untuk itu, agar masalah seperti ini tidak kembali terjadi, Anies berjanji akan menuntaskan reformasi sistem menjadi smart system. Dengan begitu, sistem akan secara otomatis menolak verifikasi jika data dalam algoritma tidak sesuai.

Proyek smart system tersebut ditargetkan Anies akan terlaksana pada 2020.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Angry Birds AR: Isle of Pigs Kini Hadir di Android

Jum Nov 1 , 2019
Medsosnews.com, Jakarta – Gim anyar Angry Birds dipastikan menyambangi Android. Gim berjudul Angry Birds AR: Isle of Pigs ini sebelumnya hadir untuk platform iOS saja. Dikutip dari Phone Arena, Jumat (1/11/2019), sesuai namanya, gim ini mengambil tema Angry Birds dengan gameplay berbasis augmented reality. Jadi, pemain dapat merasakan pengalaman bermain Angry Birds di dunia nyata. Perlu diketahui, gim augmented reality sempat populer dengan kehadiran Pokemon Go. Lewat […]
Angry Birds AR: Isle of Pigs Kini Hadir di Android