Ingat, Sebelum Ikut Seleksi CPNS 2019 Pastikan NIK Valid

Medsosnews.com, Jakarta Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan jika seleksi penerimaan CPNS 2019 berprinsip memberikan kemudahan bagi para peserta, terutama mengenai dokumen persyaratan pendaftaran.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana, kemarin mengatakan jika dokumen persyaratan yang harus disiapkan para calon peserta seleksi, antara lain scan KTP untuk memastikan data kependudukan, pass foto dan swafoto untuk menyesuaikan pelamar dengan data KTP, dan scan ijazah serta transkrip untuk memastikan jurusan pelamar sesuai dengan formasi yang dituju.

BACA JUGA

  • Bakal Ada Tema Pencegahan Radikalisme dalam Soal Ujian Seleksi CPNS 2019
  • Tes Wawasan Kebangsaan Dominasi Porsi Soal Seleksi CPNS 2019
  • Pendaftaran CPNS 2019 Akan Dibuka hingga 24 November

Dia pun mengimbau pelamar untuk segera menyiapkan dokumen tersebut dan pastikan terlihat dengan jelas setelahnya.

“Masih ada belasan hari untuk pastikan NIK valid di Ditjen Dukcapil, hati-hati saat mendaftar karena NIK hanya bisa digunakan satu kali untuk satu jabatan dan formasi,” ungkap dia.

Bima juga memastikan bahwa Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan metode yang sama seperti tahun lalu dengan pendekatan yang berbeda. Salah satunya pada soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan penggunaan bahasa yang lebih mudah dimengerti peserta.

Tim penyusun soal yang terdiri dari 18 Perguruan Tinggi seluruh Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menambahkan sedikit soal mengenai radikalisme pada soal SKD.

“Seluruh soal memiliki kualitas yang dibedakan pada tingkat kesulitan mudah, sedang dan sulit sesuai kondisi setiap daerah,” tambahnya.

Pendaftaran CPNS akan dibuka mulai tanggal 11 hingga 24 November 2019, sementara pengumuman seleksi administrasi direncanakan pada 16 Desember 2019.

Pada SKD dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) seleksi penerimaan CPNS 2019, BKN telah menyiapkan sekitar 641 titik lokasi tes, terdiri atas 33 titik lokasi milik BKN, 30 titik lokasi cost sharing, dan 578 titik lokasi mandiri instansi.


Tes Wawasan Kebangsaan Dominasi Porsi Soal Seleksi CPNS 2019

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyampaikan kisi-kisi, bahwa soal tes dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 akan didominasi oleh Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Sebagai informasi, TWK akan diberikan pada saat peserta CPNS mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Adapun dua rangkaian tes lainnya saat SKD yakni Tes Karakter Pribadi (TKP) dan Tes Intelegensia Umum (TIU).

“Yang jelas memang salah satu saringannya dalam CPNS ini adalah Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Jadi oleh karena itu Tes Wawasan Kebangsaan ini mempunyai passing grade tersendiri,” ungkap Deputi SDM dan Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja di Jakarta, Rabu (30/10/2019).

 

BACA JUGA

  • Pendaftaran CPNS 2019 Akan Dibuka hingga 24 November
  • Tak Lolos Seleksi Administrasi, Peserta CPNS Punya Masa Sanggah 3 Hari
  • Tak Punya Uang, 1 Pemkab Batal Buka Lowongan CPNS 2019

Pria yang akrab disapa Iwan ini memperkirakan, bobot atau porsi soal TWK dalam rangkaian Seleksi Kompetensi Dasar ini mencapai sekitar 60 persen.

“(Bobotnya berapa?) Nanti diputuskan di Panselnas (Panitia Seleksi Nasional). Tetapi setidaknya kurang lebihnya mungkin 60 persen dari total soal,” jelas dia.

Dia pun memastikan, penyediaan soal TWK pada seleksi CPNS kali ini bakal berubah dari tes-tes di tahun sebelumnya. Hal tersebut mengikuti kebutuhan pemerintah akan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada saat ini.

“Pasti berubah. Jadi kan setiap tahun kita ada perubahan soal. Jadi tidak pasti sama dengan tahun lalu. Tetapi kita setiap tahun merumuskan dari visi misi dan profil ASN yang kita harapkan nantinya seperti apa. Dan itu diimplementasikan dalam kisi-kisi dan soal,” tuturnya.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

MUI soal Wacana Larangan Cadar di Pemerintahan: Tidak Usah Dilarang

Jum Nov 1 , 2019
Medsosnews.com , Jakarta – Menteri Agama Fachrul Razi mewacanakan tentang larangan penggunaan cadar di instansi pemerintahan. Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan, Menag seharus berdiskusi dengan semua pihak sebelum memutuskan. Namun, dia berharap agar tidak ada polemik soal cadar ini, karena Kementerian Agama pun masih melakukan kajian. BACA JUGA PPP: Kebijakan Larangan Cadar Berpotensi Melanggar HAM […]
MUI soal Wacana Larangan Cadar di Pemerintahan: Tidak Usah Dilarang